LABEL

Anda bisa mendapatkan Warta Desa di sini, di Blog : aimprintings.blogspot.com, blog ini menyajikan berita Desa untuk para perantau yang ingin mengetahui perkembangan desa Slangit

Minggu, 15 Januari 2017

Gambar Bertulis









Baca SelengkapnyaGambar Bertulis

Cara dan Syarat Mengembalikan Pesan WA yang terhapus

Dah lama ni ga pernah berkunjung ke blog, maklum waktunya ga bisa dikompromi, dan sekarang ni baru bisa.

Langsung aja ya E KTP eh salah ke TKP.
Pernah ngarasa nyesel menghapus pesan WA (Whatsapp) Facebook, Massanger, BBM, Viber, Imo dan lain-lainnya?

Kalau pernah silahkan agan-agan mencari caranya sendiri untuk mengembalikan pesan yang telah dihapus. Karena gw hanya share (Just Share) bukan  berbagi caranya. Gw hanya akan memuat syarat dan hasil dari pengembalian pesan WA walau pesan itu udah lama banget dalam jangka tahunan dihapus atau pesan yang baru masuk lalu dihapus.  



Pesan WA yang sudah bertahun-tahun mungkin sudah ada backupnya pada google drive, tetapi jika anda tidak membackup baik secara manual maupun secara otomatis manalah mungkin pesan itu akan terbackup. Pembeckupan itu dilakukan oleh google dravi dan smartphone dalam jangka waktu 24 jam sekali.

Kalau pesan yang baru masuk lalu dihapus apakah itu sudah terbackup?
Menurut anda jawabannya apa?
Silahkan anda menjawabnya sendiri!

Menurut pendapat gw pribadi, seluruh pesan atau data yang telah masuk ke internet sejatinya tidak hilang begitu saja.
Kita ambil contoh dalam kehidupan sehari-hari. Barang yang sudah tidak kita pakai kita buang ke tempat sampah atau kesungai atau ke apapun itulah namanya. Barang tersebut tidak lantas hilang begitu saja, kalau barang tersebut dibuang ketempat sampah kemungkinan barang tersebut akan diambil oleh pemulung, dari pemulung berpindah kelapak-lapak besi tua atau ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Di TPA apabila barang itu dirasa masih bisa digunakan maka akan diambil oleh yang menemukannya, tapi apabila barang tersebut dirasa tidak berguna maka akan dilebur/didaur ulang kembali menjadi bentuk yang lain. Nah kalo udah nyampe pada tahap ini baru barang itu akan benar-benar hilang.

Ok langsung ke inti share ini saja.
Syarat untuk pengembalian Pesan WA yang sudah dihapus antara lain sebagai berikut :
  1. Mempunyai nomor yang akan agan kembalikan pesan yang telah terhapus tersebut.
  2. Mempunyai akun Google.
  3. Mempunyai akun Yahoo.
  4. Mempunyai seperangkat PC yang terkoneksi dengan internet dan kwota yang cukup.
  5. Mempunyai Smartphone.
  6. Mempunyai skil Hacker, karena inilah yang akan menentukan berhasil atau tidaknya agan dalam melakukan pengembalian pesan yang telah terhapus tersebut.(Tidak perlu menjadi ahli Hacker cukup tahu dasar-dasarnya saja dan ditambah kreatifitas agan dalam penggabungan dasar-dasar Hacker tersebut)
  7. Dan yang paling penting agan harus ulet, tekun dan sabar karena proses ini sangat memakan waktu dan proses yang lama.

Berikut adalah hasil dari pengembalian pesan yang sudah lama terhapus dalam bentuk document dan image.

Bentuk document yang sudah diconvert ke image


Bentuk image (hanya bisa untuk pesan yang baru terhapus saja)


Gw persilahkan agan-agan bereksplorasi dengan imajinasi agan-agan sendiri.

Semoga share ini bisa menginspirasi agan-agan semua yang memerlukannya.

Syarat di atas juga berlaku untuk jejaring social yang lain seperti Facebook, Massanger, BBM, Viber, Imo dan lain-lainnya

Baca SelengkapnyaCara dan Syarat Mengembalikan Pesan WA yang terhapus

Rabu, 31 Agustus 2016

Hukum Wanita Memajang Fotonya di Medsos.

Seorang Ibu-ibu Jawa Bertanya : ust. bagaimana hukumnya seorang wanita yg memajang foto wajahnya di pesbuk & banyak laki2 yg memuji kecantikkannya,

jawab ust. : berarti wanita itu berjiwa pelacur, Wangi parfumnya seorang wanita saja, jika sengaja dipakai agar laki2 dpat mencium baunya, oleh rasulullaah shalallaahu 'alayhi wa sallam dikatakan sebagai pelacur, apalagi ini, sengaja menunjukkan kecantikannya untuk dinikmati oleh laki2 yg bukan mahramnya.

dan wanita itupun bertanggung jawab atas setiap dosa yg ia timbulkan bagi laki2 yg menikmati wajahnya..

Astaghfirullaah, mak jlebb jawabane (kata ibu dalam hati)

Catatan:

Tidak perlu marah dengan jawaban ustadz tersebut seandainya kita tidak setuju. Merupakan hak ustadz tersebut untuk menyampaikan pendapatnya berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Pertimbangkan baik-baik apakah jawabannya mengandung kebenaran ataukah salah. Apakah yang dikatakan ustadz tersebut benar atau salah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad.)

Diantara dampak negatif wanita memajang foto wajah di internet:

  • Bisa membuat pria yang sengaja maupun tak sengaja melihatnya menjadi tergoda, mengotori hatinya, membuat terbayang siang malam, bahkan bisa menimbulkan niat-niat buruk atau bahkan sampai melakukan kejahatan
  • Meski seorang wanita menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangannya, kemudian ia memamerkan dirinya di social media maka ini pun tidak bisa menjamin selamatnya orang yang melihat dari fitnah, sebab wajah wanita memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap laki-laki, sehingga, meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi jika wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun, maka itu bisa menimbulkan fitnah di hati orang yang memandangnya.
Disebabkan orang yang menyaksikan foto itu bisa terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang bisa diakses oleh para pria yang bukan mahromnya.
  • Menggoda pria, membuat pria tidak menundukkan pandangan, padahal dalam Al Quran diperintahkan menundukkan pandangan. Jika di dunia nyata, pria tidak akan berani lama-lama menatap wanita, apalagi yang belum dikenalnya. Pria akan malu kalau kelihatan sedang melihat wanita tersebut terus-menerus. Namun foto di internet, para lelaki bisa melihatnya lama-lama tanpa merasa malu, sebab tidak ada orang yang tahu. Dan hal tersebut bisa mendatangkan berbagai dampak negatif baik bagi pria maupun wanita. Sudah seharusnya para wanita menolong para pria dgn cara mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dgn tidak memajang fotonya.
  • Betapa banyak wanita yg menjadi korban pria jahat berawal dari Facebook, diajak ketemuan, ditipu, diculik, diperkosa, dibunuh, dll, diawali oleh pria tertarik melihat foto sang wanita di FB, sebagaimana sering diberitakan media massa.
  • Foto anda bisa dicopy dan diedit oleh orang2 jahat, dijadikan foto porno, atau digunakan untuk hal2 lain yg merugikan, (misalnya orang membuat suatu akun dgn memakai foto2 anda)
Pertanyaan bagi muslimah yang memajang fotonya di internet, foto itu Anda pajang untuk siapa ?

Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan muslim dan muslimah untuk menjaga pandangannya dari lawan jenis yang bukan mahram. Tak sampai di situ Allah pun memerintahkan masing-masing kepada mereka untuk saling menjaga diri.

Ketika mengupload foto Anda di internet maka anda secara tak langsung telah “menandatangani kontrak” bahwa anda membebaskan siapapun bebas untuk memandang Anda tanpa terkecuali. Terus dimana penjagaan Anda terhadap kehormatan Anda dan orang lain?

Ini Yang Paling Penting

  • Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu (jika sengaja pamer kecantikan/keindahan tubuh dan tampil menggoda) semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
  • Semakin sang lelaki menghayalkanmu...semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
  • Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu.... Bayangkanlah... betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan...bahkan jutaan para lelaki??
  • Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu...maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah...
  • Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat...dan di akhirat kelak...bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam!
Baca SelengkapnyaHukum Wanita Memajang Fotonya di Medsos.

Pandangan Islam tentang chating/sms pada Medsos bagi laki-laki dan perempuan

Pertanyaan :
Apa hukumnya chatting/sms antara lelaki dan perempuan..?

Jawab :
Sms/chatting dengan akhwat yang bukan mahram jika memang diperlukan dan mendesak serta tidak bisa melalui mahramnya maka boleh. Tapi ingat, harus tetap hati-hati, sms seperlunya saja, jangan ditambah-tambah dengan gurauan, rayuan ataupun yang sejenisnya yang tidak perlu. Karena syetan sangat pandai menggoda Bani Adam, maka berhati-hatilah dari tipu dayanya. Demikian juga pada umumnya seorang akhwat jika diberikan perhatian oleh seorang ikhwan baik lewat sms, tulisan atau yang sejenisnya maka dia akan tertarik walaupun ikhwan tersebut tidak ada niatan untuk menggodanya. Ingatlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku meninggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki dari pada wanita.” (HR. Muslim)


لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا

“Janganlah salah seorang dari kalian berduaan dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaithan yang ketiganya.” (Shahih, HR. Ahmad dan lainnya dari ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu)

Beberapa Adab yang Mesti Diperhatikan dalam Pergaulan dengan Lawan Jenis (Yang Bukan Mahrom)

Pertama, menjauhi segala sarana menuju zina

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17] : 32)

Kedua, selalu menutup aurat

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al Ahzab [33] : 59)

Ketiga, saling menundukkan pandangan

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ

“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30 )

Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24] : 31)

Keempat, tidak berdua-duaan

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)

Kelima, menghindari bersentuhan dengan lawan jenis

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Keenam, tidak melembutkan suara di hadapan lawan jenis

Allah Ta’ala berfirman,

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا

“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu melembutkan pembicaraan sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit (syahwat) dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 32). Perintah ini berlaku bukan hanya untuk istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun juga berlaku untuk wanita muslimah lainnya.

Lalu bagaimana dengan adab chatting dengan lawan jenis? Hal ini dapat pula kita samakan dengan telepon, SMS, pertemanan di friendster dan pertemanan di facebook.

Jawabnya adalah sama atau hampir sama dengan adab-adab di atas.
Wallahu A’lam, Wallahul Muwaffiq.



Sumber : http://rumaysho.com/belajar-islam/keluarga/2642-kisah-istri-kecanduan-chating.html

Baca SelengkapnyaPandangan Islam tentang chating/sms pada Medsos bagi laki-laki dan perempuan

Selasa, 30 Agustus 2016

Memberi Senyuman Kepada Laki-laki Yang Bukan Mahram

Pertanyaan: Apa hukumnya bila seorang wanita memberi senyuman kepada sekumpulan laki-laki agar mereka merasa bahwa mereka adalah saudara kita dan kita adalah saudara mereka. Apa hukum senyuman wanita …


Pertanyaan:
Apa hukumnya bila seorang wanita memberi senyuman kepada sekumpulan laki-laki agar mereka merasa bahwa mereka adalah saudara kita dan kita adalah saudara mereka. Apa hukum senyuman wanita kepada laki-laki dan sebaliknya senyuman laki-laki kepada wanita secara umum?
Jawab:
Alhamdulillah,
Pertama,
Kewajiban seorang wanita adalah menutupi wajahnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini berdasarkan banyak dalil yang telah disebutkan pada soal jawab no. 11774. Dengan demikian seorang wanita jelas tidak diperbolehkan menebar senyuman kepada laki-laki yang bukan mahram.
Kedua,
Banyak sekali dalil syar’i yang melarang segala sesuatu yang bisa mendatangkan fitnah perempaun bagi laki-laki ataupun sebaliknya.
Diantara larangan tersebut adalah jabat tangan lawan jenis yang bukan mahram, berdua-duan, mendayu-dayukan suara, wanita yang keluar rumah dengan memakai minyak wangi hingga tercium baunya, larangan lainnya adalah laki-laki melihat perempaun dan perempuan melihat laki-laki disertai dengan syahwat. Silakan lihat jawab soal no 84089 tentang dalil-dalilnya.
Adapun senyuman wanita kepada laki-laki yang bukan mahram dengan tujuan sebagaimana yang Anda sebutkan seperti melembutkan hati atau semata-mata berbuat baik maka tindakan ini berkonsekwensi adanya pandangan satu dengan yang lainnya. Hal ini tentu hukumnya terlarang. Berdasarkan firman Allah Ta’ala,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (dari memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. (Qs. Nur 31)
Senyuman semacam ini terkadang membekas di hati. Minimal, seperti halnya pengaruh suara yang dilembutkan hingga terjadilah fitnah yang Allah peringatkan dalam firmanNya,
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
“Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik” (Qs Ah Ahzab 32)
Lembaga Fatwa Saudi (Lajnah Daimah Lil Ifta’) pernah ditanya,
Apa hukumnya bila seorang wanita memberi senyuman kepada laki-laki yang bukan mahram tanpa memperlihatkan giginya dan tanpa suara?
Jawab,
Diharamkan bagi seorang wanita menyingkap wajahnya dan memberi senyuman kepada laki-laki yang bukan mahram. Demikian ini dikarenakan bahaya yang ditimbulkannya.
Wabillahittaufiq, washallallahu’ala Nabiyyina Muhammad wa alihi washahbihi wasallam.
Allajnah addaimah lilbuhuts al’ilmiyyah wal ifta’
Abdul’Aziz bin Abdillah bin Baz…Abdurrazzaq ‘Afifi…Abdullah bin Ghudyan. Demikian nukilan dari Fatawa Allajnah Ad Daimah (17/25)
Adapun (adab) seseorang kepada masyarakat muslim hendaknya ia memuliakan mereka,menghargai dan menghormati mereka tanpa terjatuh pada perkara yang dilarang. Laki-laki tentunya hanya berkumpul dengan laki-laki, sementara Wanita saling tolong menolong sesama wanita. Maka akan Anda dapati banyak sekali muslimah yang membutuhkan perhatian dan kebaikan Anda.
Semoga Allah menambahkan taufiq dan kebenaran pada kami dan Anda.
Wallahua’lam
***
artikel muslimah.or.id
Sumber : http://islamqa.info/ar/ref/102415
Baca SelengkapnyaMemberi Senyuman Kepada Laki-laki Yang Bukan Mahram

APAKAH DOSA TAKHBIB?

APA ITU TAKHBIB? ✔
(Menanggapi Cinta dari Wanita Bersuami dalam Pandangan Islam)
Berawal dari komunikasi sederhana, dilanjut dengan saling curhat, hingga tertanam cinta karena syahwat.
Lebih parah lagi, ketika kejadian itu dialami oleh mereka yang telah berkeluarga. Karena interaksi lawan jenis yang tidak halal, Allah cabut rasa cintanya terhadap keluarganya, digantikan dengan kehadiran orang baru dalam hatinya.
Disadari maupun tidak, sejatinya itu merupakan hukuman bagi orang yang telah bisa menikmati segala yang haram, Allah hilangkan dari dirinya untuk bisa menikmati sesuatu yang halal.
▶ Dosa Takhbib
Diantara dosa besar yang mungkin jarang diketahui oleh kaum muslimin adalah dosa takhbib.
Menjadi penyebab percerian dan kerusakan rumah tangga. Karena kehadirannya, membuat seorang wanita menjadi benci suaminya dan meminta untuk berpisah dari suaminya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadis, memberikan ancaman keras untuk pelanggaran semacam ini.
Diantaranya,
1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﺧَﺒَّﺐَ ﺍﻣﺮَﺃَﺓً ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭﺟِﻬَﺎ
”Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani)
2.  Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﻓْﺴَﺪَ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓً ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ
”Siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dariku.” (HR. Ahmad 9157 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Dalam penjelasannya tentang bahaya cinta buta, Imam Ibnul Qoyim menjelaskan tentang dosa takhbib,
ﻭﻗﺪ ﻟﻌﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ ﺫﻟﻚ ، ﻭﺗﺒﺮﺃ ﻣﻨﻪ ، ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ ، ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﻧﻬﻰ ﺃﻥ ﻳﺨﻄﺐ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻋﻠﻰ ﺧﻄﺒﺔ ﺃﺧﻴﻪ ﻭﺃﻥ ﻳﺴﺘﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﺳﻮﻣﻪ : ﻓﻜﻴﻒ ﺑﻤﻦ ﻳﺴﻌﻰ ﺑﺎﻟﺘﻔﺮﻳﻖ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻣﺮﺃﺗﻪ ﻭﺃﻣﺘﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﺼﻞ ﺑﻬﻤﺎ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang melakukan takhbib, dan beliau berlepas diri dari pelakunya.
Takhbib termasuk salah satu dosa besar.
Karena ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk meminang wanita yang telah dilamar oleh lelaki lain, dan melarang seseorang menawar barang yang sedang ditawar orang lain, maka bagaimana lagi dengan orang yang berusaha memisahkan antara seorang suami dengan istrinya atau budaknya, sehingga dia bisa menjalin hubungan dengannya. (al-Jawab al-Kafi, hlm. 154).
Bahkan, karena besarnya dosa takhbib, Syaikhul Islam melarang menjadi makmum di belakang imam yang melakukan takhbib, sehingga bisa menikahi wanita tersebut. (Majmu’ Fatawa, 23/363).
▶ Makna Takhbib
Dalam Syarah Sunan Abu Daud Adzim Abadi (w. 1329 H) menjelaskan, takhbib secara bahasa artinya menipu dan merusak.
Dengan menyebut-nyebut kejelekan suami di hadapan istrinya atau kebaikan lelaki lain di depan wanita itu. (Aunul Ma’bud, 6/159).
Di bagian lain, beliau juga menyebutkan,
ﻣَﻦْ ﺧَﺒَّﺐ ﺯﻭﺟﺔ ﺍﻣﺮﺉ ﺃﻱ ﺧﺪﻋﻬﺎ ﻭﺃﻓﺴﺪﻫﺎ ﺃﻭ ﺣﺴﻦ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﺍﻟﻄﻼﻕ ﻟﻴﺘﺰﻭﺟﻬﺎ ﺃﻭ ﻳﺰﻭﺟﻬﺎ ﻟﻐﻴﺮﻩ ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ
‘Siapa yang melakukan takhbib terhadap istri seseorang’ maknanya adalah siapa yang menipu wanita itu, merusak keluarganya atau memotivasinya agar cerai dengan suaminya, agar dia bisa menikah dengannya atau menikah dengan lelaki lain atau cara yang lainnya. (Aunul Ma’bud, 14/52).
Imam Ad-Dzahabi mendefinisikan takhbib,
ﺇﻓﺴﺎﺩ ﻗﻠﺐ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﻬﺎ
”Merusak hati wanita terhadap suaminya.” (al-Kabair, hal. 209).
Dalam Fatwa Islam, usaha memisahkan wanita dari suaminya, tidak hanya dalam bentuk memotivasi si wanita untuk menuntut cerai dari suaminya.
Yang juga termasuk takhbib adalah ketika seseorang memberikan perhatian, empati, menjadi teman curhat terhadap wanita yang sedang ada masalah dengan keluarganya.

ﻭﺇﻓﺴﺎﺩ ﺍﻟﺰﻭﺟﺔ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻟﻴﺲ ﻓﻘﻂ ﺑﺄﻥ ﺗﻄﻠﺐ ﻣﻨﻬﺎ ﺍﻟﻄﻼﻕ ، ﺑﻞ ﺇﻥ ﻣﺤﺎﻭﻟﺔ ﻣﻼﻣﺴﺔ ﺍﻟﻌﻮﺍﻃﻒ ﻭﺍﻟﻤﺸﺎﻋﺮ ، ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﺐ ﻓﻲ ﺗﻌﻠﻴﻘﻬﺎ ﺑﻚ ﺃﻋﻈﻢ ﺇﻓﺴﺎﺩ ، ﻭﺃﺷﻨﻊ ﻣﺴﻌﻰ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﺴﻌﻰ ﺑﻪ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ .
”Merusak hubungan istri dengan suaminya, tidak hanya dalam bentuk memotivasi dia untuk menggugat cerai. Bahkan semata upaya memberikan empati, belas kasihan, berbagi rasa, dan segala sebab yang membuat si wanita menjadi jatuh cinta kepadamu, merupakan bentuk merusak (keluarga) yang serius, dan usaha paling licik yang mungkin bisa dilakukan seseorang.” (Fatwa Islam, no. 84849)
Memahami hal ini, berhati-hatilah dalam bergaul dengan lawan jenis siapapun dia.
Bisa jadi pada awalnya seseorang memiliki niat baik, niat saling menolong, niat merasa kasihan, perlu ada teman untuk berbagi rasa.
Kan gak ada masalah kalo cuma jadi teman curhat, yang penting gak ada perasaan apa-apa. Kita kan niatnya baik, saling mengingatkan dan menasehati.
Saya merasa dekat dengan Allah semenjak kenal dia, kita saling mengingatkan untuk tahajud, untuk puasa sunah, saya menjadi rajin ibadah karena nasehatnya, hatiku merasa nyaman dan tentram bersamanya, semoga dia menjadi pasanganku di surga…, dan seabreg khayalan kasmaran lainnya.
Imam Ibnul Jauzi menukil nasehat dari Al-Hasan bin Sholeh yang mengatakan,
ﺇﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻟﻴﻔﺘﺢ ﻟﻠﻌﺒﺪ ﺗﺴﻌﺔ ﻭﺗﺴﻌﻴﻦ ﺑﺎﺑﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻳﺮﻳﺪ ﺑﻪ ﺑﺎﺑﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮ
“Sesungguhnya setan membukan 99 pintu kebaikan, untuk menjerumuskan orang ke dalam satu pintu keburukan.” (Talbis Iblis, hlm. 51).
Waspada bagi para lelaki, jangan sampai menerima curhat wanita tentang keluarganya. Bisa jadi ini langkah pembuka Iblis untuk semakin menjerumuskan anda.
Terkecuali jika anda seorang ulama, tokoh agama, yang berhak memberikan fatwa dengan ilmunya. Anda bisa menjelaskan halal-haram satu masalah.
Semoga Allah, menyelamatkan kita dari bahaya besar lingkungan yang kurang memperhatikan adab pergaulan.
Allahu a’lam

Semalam terdapat seseorang yang mengadukan suatu permasalahan akhwat / ummahat yang sering diganggu atau digoda oleh seorang ikhwan via facebook, yang memalukan ternyata ikhwan ini telah memiliki seorang istri bahkan telah membuahkan seorang anak. 
Kami kurang mengetahui seberapa jauh dia merusak kehormatan seorang ummahat muslimah yang mengadu ini. Menurut aduan yang kami terima, ikhwan ini sampai mengajak ketemuan di dunia nyata. Dan sang ummahat selalu merasa takut akan diancam oleh ikhwan diatas jika membuka kedok ikhwan ini. Dan menurut aduan, bukan hanya ummahat ini yang telah dirayu olehnya. Ada beberapa akhwat lain yang menjadi korban. Kami hanya mengelus dada dan mengatakan Laa haula wa laa quwwata. 
 Hati-hati ikhwan dan akhwat sekalian, janganlah anda merasa aman bahwasanya syaithon akan diam tatkala anda mulai mengaji. Syaithon akan selalu menjerumuskan seorang hamba Allah ke jurang neraka jahannam. Allah berfirman:
 
berkata: Dengan keperkasaanMu(ya Allah) aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hambu yang terpilihâra [1] Ketahuilah wahai ikhwah sekalian, merusak keharmonisan rumah tangga seseorang termasuk dosa besar. Dengan anda merusak kehormatan seorang ummahat, menggodanya, merayunya, maka anda telah menjerumuskan diri anda menuju kubangan dosa besar. Dan pekerjaan ini lebih dikenal dengan "Takhbib". 
Takbib didefinisikan oleh Al Adziim Abadi dengan:
  
Barangsiapa yang mentakbib istri seseorang: yakni dengan mengelabuhinya dan merusaknya atau menganjurkan kepadanya agar bercerai dengan bertujuan agar dia menikahinya atau menikahinya dengan ikhwan lain atau karena hal lainnya[2] 
Dan takhbib ini adalah perbuatan haram dan dosa besar. 
 Rasulullah bersabda:
 
Bukan golongan dari kami orang yang mentakhbib seorang wanita terhadap suaminya[3]
Dan dalam riwayat lain Rasulullah bersabda:
 
Dan barangsiapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukanlah golongan dari kami[4] 
Sebagaimana yang kita tahu, bahwasanya melamar seorang akhwat yang dipinang adalah haram karena ditakutkan akan merusak hubungan kedua calon insan, sebagaimana sabda nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam: 
 
Janganlah seseoang melamar wanita pinangan saudaranyaâ[5] 
Merusak hubungan yang masih dalam status pinangan saja diharamkan, bagaimana dengan merusak hubungan yang telah berada dalam status pernikahan ?? Maka benarlah ini adalah dosa besar, sebagaimana yang dikatakan oleh ibnul Qoyyim rahimahullah:
 
Dan betapa banyak seorang wanita di takhbib dari suaminya, dan seorang budak wanita atau lelaki dari majikannya, dan Rasulullah telah melaknat orang yang melakukan takhbib dan Rasulullah berlepas diri darinya dan ini termasuk dosa besar. Dan jika nabi shallallahu alaihi wa sallam telah melarang seseorang melamar diatas pinangan saudaranya, dan menawar diatas tawaran saudaranya, maka bagaimana dengan seseorang yang berusaha untuk memisahkan seseorang dari istri dan budaknya hingga dia memiliki hubungan dengannya?
 
Dan ketahuilah wahai ikhwah, bahwasanya facebook adalah wadah yang sangat berbahaya jika seseorang lalai dengannya. Dari facebook seseorang menjadi korban pembunuhan, dari facebook seseorang menjadi korban pencurian, dari facebook seseorang menjadi korban penipuan, dan dari facebook seseorang menjadi korban perceraian. Ada baiknya kita membawakan kisah 2 orang insan yang bercerai diakibatkan media jejaring sosial seperti ini. Yang ana ambil dari sini Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu syarâ.
Ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah di sini (Sydney) agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting iniâ.
Beliau adalah seorang wanita muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya. Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah. 
 Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah. Sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.
Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, … sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk di internet. Sang istri pun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian, ia merahasiakan dengan siapa ia chatting .. khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi. Sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lelaki tersebut. 
 Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya, .. ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya di mana setan telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya. 
Duhai fitnah asmara semakin membara, ketika ia chatting lagi sang laki-laki itu pun tambah menggodanya, .. ia pun ingin bertemu empat mata dengannya. Gembiralah hatinya, .. ia pun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa. Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran, lewat pembiacaran via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya. 
 Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena kesal nasehatnya tidak di dengar, lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta cerai dari suaminya. Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki tersebut yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya. 
Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu. Karena terus didesak sang istri akhirnya ia pun dengan berat hati menceraikan istrinya. Sungguh betapa hebatnya fitnah lelaki itu. Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya ia pun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda. Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya??? 
Ya ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini, dengan tegasnya si lelaki itu berkata, Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!
Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini, .. sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya.
Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia. 
Bagaimana dengan tipu daya iblis dan pengikutnya ?? Adakah janji dan keinginannya membuahkan hasil yang memuaskan ?? Ingatlah sesungguhnya syaithan selalu menjanjikan kepada keburukan dan kefakiran.
Dan syaithan akan berlepas diri dan tidak mau memperhatikan, jika seorang hamba telah terjatuh dalam kubungan dosa. Dia akan selalu menjerumuskannya dan menjerumuskannya. 

Penulis: Muhammad Abdurrahman Al Amiry Artikel: alamiry.net (Kajian Al Amiry)
Baca SelengkapnyaAPAKAH DOSA TAKHBIB?

Minggu, 21 Agustus 2016

LAPORAN DIKLAT PRAJAB 2016 CPNS GOLONGAN I, II, DAN III KATEGORI I DAN II ANGKATAN XXII LENGKAP



LAPORAN DIKLAT PRAJABATAN
CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

GOLONGAN I, II, DAN III. K.I  & K.2 ANGKATAN XX
TANGGAL 21 JUNI S/D 27 JUNI 2016
DI
BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANDUNG
DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH KEMENTRIAN AGAMA
PROVINSI JAWA BARAT



 Kasih Logo



DISUSUN OLEH :
..............................
NIP. ..............................
UNIT KERJA : KAU KECAMATAN ..............................

KANTOR KEMENTRIAN AGAMA
KABUPATEN CIREBON
2016


KATA PENGANTAR

                Diklat Prajabatan merupakan langkah awal bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan I, II, dan III. K.I  & K.2 angkatan XX, untuk mendapatkan bekal persyaratan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Khusus di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.
                Semoga setelah kita mengikuti diklat ini mampu memperolah kompetansi, subtansi yang berhubungan dengan kewajiban dan hak pegawai sejalan dengan telah ditetapkannya Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mewujudkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Menjadi Pegawai Negeri Sipil yang memiliki karakter yang kuat yaitu Pegawai Negeri Sipil yang bersikap dan bertindak profesional dalam melayani masyarakat.
                Demikian kata pengantar ini sebagai laporan dan informasi selama kami berada di lingkungan kediklatan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Bandung.



Cirebon, 29 Juni 2016
Penulis,



...................................




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. 2

BAB I : PROGRAM PRAJABATAN GOLONGAN I, II, DAN III KATEGORI I DAN II ANGKATAN XXII....... 3
A.      Pendahuluan .................................................................................................................. 3
B.      Tujuan, Saran dan Kompetensi ........................................................................................ 3
C.      Peserta Diklat Golongan I, II dan III, K.1. dan K.2 ............................................................... 4
D.      Waktu Pelaksanaan dan Kurikulum Diklat ......................................................................... 4
E.       Fasilitator ........................................................................................................................ 4
F.       Widyaiswara ................................................................................................................... 4
G.     Akomodasi ...................................................................................................................... 5

BAB II : PELAKSANAAN PEMBELAJARAN....................................................................................... 6
A.      Proses Pembelajaran ...................................................................................................... 6
B.      Alat Bantu Pembelajaran ................................................................................................ 14
C.      Manfaat Diklat untuk Melaksanakan Tugas ..................................................................... 14

BAB III : PENUTUP ...................................................................................................................... 15
A.      Kesimpulan .................................................................................................................... 15
B.      Saran ............................................................................................................................. 15

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................................... 16

MEMORIAL DIKLAT PRAJABATAN ............................................................................................     17




BAB I
PROGRAM PRAJABATAN
GOLONGAN I, II DAN III KATEGORI I DAN II ANGKATAN XXII
BAGI CPNS

A.      PENDAHULUAN
1.       Latar Belakang
DIKLAT Prajabatan merupakan syarat pengangkatan CPNS menjadi PNS yang dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian etika PNS, disamping pengetahuan dan kompetensi dasar tentang sistem penyelenggaraan Pemerintah Negara serta bidang tugas dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

2.       Dasar Hukum
a.       UU No. 8 Tahun 1970 JO UU No. 43 Tahun 1999 tentang pokok kepegawaian.
b.      Peraturan Pemerintah  No. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.
c.       Keputusan Menteri Agama RI No. 345 Tahun 2004 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Keagamaan.
d.      Keputusan Kepala LAN No. 193/XII/10/6/2001 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan DIKLAT Prajabatan PNS.
e.      Keputusan LAN No. 2 Tahun 2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan DIkLAT  Prajabatan Golongan II.
f.        Keputusan LAN No. 1 Tahun 2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan DIkLAT  Prajabatan Golongan II.
g.       Surat Edaran Kepala LAN No. 1 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan DIKLAT Prajabatan Golongan I dan II bagi CPNS yang diangkat dari Tenaga Honorer.

B.      TUJUAN, SARAN DAN KOMPETENSI
1.       TUJUAN
a.       Meningkatkan Pengetahuan, Keahlian, Keterampilan, dan sikap untuk melaksanakan tugas secara profesional  dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi.
b.      Menciptakan aparatur yang mampu berperan dan sebagai pembantu dan perekat persatuan serta kesatuan bangsa.
c.       Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan pengayoman dan pemberdayaan masyarakat.
d.      Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintah dan pembanguna demi terwujudnya pemerintahan yang baik.

2.       SASARAN
Terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi PNS sesuai dengan golongannya.

3.       KOMPETENSI (KEMEMPUAN YANG PERLU DIMILIKI OLAH PNS)
a.       Menujukan Kompetensi, Komitmen dan integrasi moral tanggung jawab profesi sebagai PNS.
b.      Mewujudkan disiplin dan etos kerja.
c.       Menjelaskan pokok-pokok sistem penyelenggaraan pemerintah NKRI.
d.      Menjelaskan, posisi, peran, fungsi dan wewenang instansi asal peserta dan organisasi publik.
e.      Menjelaskan masalah penyelenggaraan pemerintah NKRI
f.        Menjelaskan ketentuan-ketentuan kepegawaian berkaitan dengan hak dan kewajiban PNS.
g.       Menjelaskan wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI.
h.      Menerapkan prinsip-prinsip budaya organisasi pemerintah.
i.         Mengaplikasikan teknik menejemen dan perkantoran modern di unit kantornya.
j.        Menerapkan prinsip-prinsip  pelayanan prima.
k.       Bekerja sama dalam kelompok melalui komunikasi yang saling menghargai.
l.         Memahami pola pikir PNS melalui pengenalan terhadap konsepsi dasar pola pikir.
m.    Menjelaskan konsepsi penyelenggaran Negara yang bersih yang bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

4.       PESERTA DIKLAT GOLONGAN I, II, dan III, K.1. dan K.2

Peserta Diklat Golongan I, II dan III, K.1 dan K.2 pelaksanaan di Bandung berjumlah 5 kelas yaitu Angkatan XX, XXI, XXII, XXIII, dan XXIV setiap kelas berjumlah 35 orang, peserta tersebut dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

5.       WAKTU PELAKSANAAN DAN KURIKULUM DIKLAT

1.       Waktu dan Ketentuan Diklat Prajabatan
Diklat Golongan I, II dan III, K.1 dan K.2 Angkatan XX, XXI, XXII, XXIII, dan XXIV  dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
a.       Diklat dilaksnakan selama 7 hari dengan jumlah 78 jam pelajaran @ 45 menit
b.      Rata-rata 11 jam pelajaran perhari
c.       Peserta diasramakan / wajib tinggal di asrama selama mengukuti Diklat Prajab
2.       KO Kurikuler/PMFD
a.       Pembinaan baca tulis Al-Qur’an.
b.      Berjamaah Sholat Taraweh
c.       Berjamaah Sholat Subuh dan Kuliah Subuh
d.      Senam pagi dan Apel pagi

6.       FASILITATOR

Beberapa fasilitas Prajab yaitu :
1.       Panitia Umum
2.       Panitia Kelas
3.       TIM PMFD (Pembina Mental Fisik dan Disiplin)
4.       Panitia Kelas Angkatan XX, yaitu :
a.       Lurah                                  : ……………………………………….          (KEMENENAG…………………)
b.      Ketua Kelas                     : ……………………………………….          (KEMENENAG…………………)
c.       Sekretaris                        : ……………………………………….          (KEMENENAG…………………)
d.      Bendahara                       : ……………………………………….          (KEMENENAG…………………)

7.       WIDYAISWARA

WIDYAISWARA sebagai pelaksana materi pembelajaran di kelas angkatan XX yaitu :
1.       Pembukaan Panitia                                                                                : Panitia
2.       Kebijakan Pengembangan SDA                                        : Pejabat
3.       Over View Kebijakan Penyelengara Diklat                   : Panitia
4.       Dinamika Kelompok                                                              : ……………………………………………..
5.       Wawasan Kebangsaan dalam Kerangka NKRI             : ……………………………………………..
6.       Persepatab Pemberantasan Korupsi                              : a. ……………………………………………..
  b. ……………………………………………..
7.       Menejemen Aparatur Sipil Negara (ASN)                    : ……………………………………………..
8.       MTSL                                                                                            : Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat
9.       Pola Pikir ASN sebagai Pelayan Masyarakat                 : a. ……………………………………………..
  b. ……………………………………………..
  c. LAN
10.   Evluasi Pemahaman                                                              : Panitia
11.   Review Kebijakan Penyelenggaraan                                              : Panitia
12.   Penutupan                                                                                                : Panitia

8.       AKOMODASI
Selama kegiatan Diklat Prajabatan peserta mendapatkan akomodasi dan konsumsi sebagai berikut :
1.       Konsumsi makan 2 kali dan snack 1 kali
2.       Asrama yang memadai
3.       Ruang belajar dan Aula
4.       Sarana Ibadah
5.       Saran Olah Raga
6.       Mendapatkan jaket dan celana Olah Raga
BAB II
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


A.      Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia. Adapun proses pembelajaran dimulai sejak tanggal 21 Juni 2016 sampai dengan 27 Juni 2016. Dengan uraian sebagai berikut :

No.
Hari Tgl. Waktu
Selasa
21 Juni 2016
Rabu
22 Juni 2016
Kamis
23 Juni 2016
Jumat
24 Juni 2016
Sabtu
25 Juni 2016
Minggu
26 Juni 2016
Senin
27 Juni 2016
      1           
08.00-08.35

4
5
6 a/b
9 a / 9b
9b / 9a
10
      2           
08.35-09.10
Pembukaan
4
5
6 a/b
9 a / 9b
9b / 9a
10
      3           
09.10-09.45
Pembukaan
4
5
6 a/b
9 a / 9b
9b / 9a
10
      4           
09.45-10.00







      5           
10.00-10.35
2
4
5
6 a/b
9c
9b / 9a
10
      6           
10.35-11.10
2
4
5
6 a/b
9c
9b / 9a
10
      7           
11.10-11.45

4
5
6 a/b
9c
9b / 9a
10
      8           
11.45-12.45







      9           
12.45-13.20
3
7
6 a/b
9 a /9b
9b / 9a
MTsL
11
    10          
13.20-13.55
3
7
6 a/b
9 a /9b
9b / 9a
MTsL
11
    11          
13.55-14.30
3
7
6 a/b
9 a /9b
9b / 9a
MTsL
11
    12          
14.30-15.05
3

6 a/b
9 a /9b
9b / 9a
BTQ

    13          
15.05-15.20







    14          
15.20-15.55
3
7
6 a/b
9 a /9b
9b / 9a
BTQ
2
    15          
15.55-16.30

7
6 a/b
9 a /9b
9b / 9a
BTQ

    16          
16.30-17.05







    17          
17.05-19.00







    18          
19.00-19.35

BTQ





    19          
19.35-20.05

BTQ





    20          
20.05-20.40

BTQ






Keterangan :

KODE
MATA DIKLAT
JUMLAH
JAM
WIDYAISWARA/PENGAJAR
      1           
Pembukaan Panitia
4 Jp
Panitia
      2           
Kebijakan Pengembangan SDA
2 Jp
Pejabat
      3           
Over View Kebijakan Penyelengara Diklat
6 Jp
Panitia
      4           
Dinamika Kelompok
6 Jp
……………………………………………..
      5           
Wawasan Kebangsaan dalam Kerangka NKRI
6 Jp
……………………………………………..
      6           
Persepatab Pemberantasan Korupsi
 
12 Jp
a. ……………………………………………..
b. ……………………………………………..
      7           
Menejemen Aparatur Sipil Negara (ASN)
6 Jp
……………………………………………..
      8           
MTSL
3 Jp
……………………………………………..
      9           
Pola Pikir ASN sebagai Pelayan Masyarakat
24 Jp
a. ……………………………………………..
b. ……………………………………………..
c. LAN
    10          
Evluasi Pemahaman
6 Jp
Panitia
    11          
Review Kebijakan Penyelenggaraan
3 Jp
Panitia
    12          
Penutupan
2 Jp
Panitia

JUMLAH
78 Jp


Bandung, 21 Juni 2016
Bidang Akademis
HARI SELASA
21 JUNI 2016
Materi
Pelajaran
WIDYAISWARA/PENGAJAR
RESUME
08.00-08.35



08.35-09.10
Pembukaan
Panitia

09.10-09.45
Pembukaan
Panitia

09.45-10.00



10.00-10.35
Kebijakan Pengembangan SDA
Panitia

10.35-11.10
11.10-11.45



11.45-12.45



12.45-13.20
Over View Kebijakan Penyelengara Diklat
Panitia

13.20-13.55
13.55-14.30
14.30-15.05
15.05-15.20
15.20-15.55
15.55-16.30



16.30-17.05



17.05-19.00



19.00-19.35



19.35-20.05



20.05-20.40







HARI RABU
22 JUNI 2016
WAKTU
MATERI
 PELAJARAN
WIDYAISWARA / PENGAJAR
RESUME
08.00-08.35
Dinamika kelompok
……………………………………………..
Tujuan Pembelajaran Umum :
Peserta diharapkan memiliki disiplin komitmen dan integritas moral serta tanggunng jawab profesi sebagai PNS yang beretos kerja tingggi.
Tujuan Pembelajaran Khusus, setelah selesai pembelajaran peserta dapat :
a.       Mengenal diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik
b.      Mengidintifikasi citra diri sebagai PNS
c.       Mentaati disiplin sebagai PNS
d.      Mempertunjukan integritas moral sebagai PNS
e.      Mempertunjukan etos kerja sebagai PNS
08.35-09.10
09.10-09.45
09.45-10.00
10.00-10.35
10.35-11.10
11.10-11.45
11.45-12.45



12.45-13.20
Menejemen ASN
……………………………………………..
Menejemen Aparatur Sipil Negara adalah pengelolahan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang profesional , memiliki nilai dasar, etika, profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari prakttek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Menurut UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang selanjutnyha disingkat ASN adalah profesi bagi Pegawai Negri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada Instansi Pemerintah.
Kode Etik dan Kode Perilaku ASN :
a.       Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab dan berintegritas tinggi.
b.      Melaksnakan tugasnya dengan cermat dan disiplian.
c.       Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan
d.      Melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan.
e.      Melaksanakan tugas sesuai dengan perintah Atasan.
f.        Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Negara.
Fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik serta perekat  dan pemersatu bangsa. Sedangkan tugas ASN :
a.       Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Pembina sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
b.      Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkuwalitas.
c.       Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hak dan kewajiban PNS :
a.       Gaji, tunjangan dan fasilitas.
b.      Cuti.
c.       Jaminan pensiun dan jaminan hari tua.
d.      Perlindungan.
e.      Pengembangan kompetensi
15.55-16.30




19.00-19.35
BTQ
……………………………………………..
1.       Menulis surat-surat pendek
2.       Membaca Al-Qur’an
19.35-20.05
20.05-20.40

HARI KAMIS
23 JUNI 2016
WAKTU
MATERI
PELAJARAN
WIDYAISWARA / PENGAJAR
RESUME
08.00-08.35
Wawasan Kebangsaan dalam kerangka NKRI
……………………………………………..
Negara adalah satu kesatuan Organisasi kekuasaan dari pada manusia-manusia dan merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan bersama.
Sistem Negara :
a.       Sistem Sentralisasi yaitu segala sesuatu dalam Negara itu langsung diatur dan diurus oleh Pemerintah Pusat, sedangkan Daerah-daerah hanya tinggal melaksanakannya.
b.      Sistem Desentralisasi yaitu dimana kepada Daerah diberikan kesempatan dan kewenangan untuk mengurus urusan Rumah Tangganya sendiri (Otonomi Daerah) yang dinamakan Daerah Otonomi.
08.35-09.10
09.10-09.45
09.45-10.00
10.00-10.35
10.35-11.10
11.10-11.45
11.45-12.45



12.45-13.20
Percepatan pemberantasan Korupsi
……………………………………………..
TINDAK PIDANA KORUPSI
1.       Tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan Negara
a.       Melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain dan korporasi serta dapat merugikan keuangan Negara.
b.      Menyalagunakan wewenang untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain dan korporasi serta dapat merugikan keuangan Negara.
2.       Korupsi yang terkait dengan tindakan Suap-Menyuap
a.       Menyuap Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara
b.      Memberi sesuatu kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara karena sesuatu atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban yang dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatan.
3.       Korupsi yang terkait dalam penggelapan dalam Jabatan
a.       Pegawai Negeri menggelapkan uang atau membiarkan penggelapan
b.      Memalsukan buku atau administrasi
c.       Merusakan barang bukti
d.      Membiarkan orang lain merusakan tanda bukti
e.      Membantu orang lain merusakan tanda bukti
13.20-13.55
13.55-14.30
14.30-15.05
15.05-15.20



15.20-15.55


4.       Korupsi yang terkait dengan perbuatan pemerasan
a.       Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara memeras
b.      Meminta, menerima atau memotong pembayaran kepada pegawai lain.
5.       Korupsi yang terkait engan perbuatan curang
a.       Pemborong berbuat curang
b.      Pengawas proyek membiarkan perbuatan curang
6.       Korupsi yang terkait dengan Gratifikasi
15.55-16.30



HARI JUMAT
24 JUNI 2016
WAKTU
Materi
Pelajaran
WIDYAISWARA / PENGAJAR
RESUME
08.00-08.35
Percepatan pemberantasan Korupsi
……………………………………………..
Pengertian korupsi :
Ø  Secara harfiah korupsi mempunyai arti : kebusukan, keburukan, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata yang menghina dan memfitnah
Kamus umum Bahasa Indonesia : korupsi adalah perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang penerimaan uang sogok dan sebagainya
Ø  UU No. 31 Tahun 1999 tentang Korupsi, terdiri dari 13 pasal. Ada 30 jenis korupsi yang dapat dikelompokan menjadi 7 diantaranya :
1.       Merugikan keuangan Negara
2.       Suap Menyuap
3.       Penggelapan dalam jabatan
4.       Pemerasan
5.       Perbuatan curang
6.       Bantuan kepentingan dalam pengaduan
7.       Gratifikasi
08.35-09.10
09.10-09.45

09.45-10.00



10.35-11.10


Selain dari jenis yang di atas yang termasuk tindakan korupsi adalah :
1.       Merintangi proses pemeriksaan korupsi
2.       Tidak member keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar
3.       Bank yang tidak memberikan keterangan rekening tersangka
4.       Saksi atau ahli yang tidak memberikan keterangan atau memberikan ketrangan palsu
5.       Saksi yang membuka identitas pelapor
11.10-11.45
11.45-12.45



12.45-13.20
Pola Pikir ASN sebagai pelayan Masyarakat
……………………………………………..
Pola pikir ASN
Ø  Pola pikir ASN adalah kerangka dominan yang menjadi acuan utama seorang untuk bertindak.
Ø  Pikiran bawah sadar merupakan gudang tempatnya rekaman seluruh informasi / pengalaman baik yang telah lama terlewati sejenak masa kecil maupun yang terkini.
1.       Berasal darimana lingkunngan dia berada.
2.       Pengaruh lingkungan bisa positif bisa negative
3.       Lingkungan keluarga dimana dia dibesarkan, sosial, ada istiadat, dan budaya. Kesemua pengaruh tersebut terekam secara permanen dalam pikiran bawah sadar
15.05-15.20
15.20-15.55
15.55-16.30



HARI SABTU
25 JUNI 2016
WAKTU
Materi
Pelajaran
WIDYAISWARA / PENGAJAR
RESUME
08.00-08.35
Pola Pikir ASN sebagai pelayan Masyarakat
……………………………………………..
Pola pikir ASN
Ø  Pola pikir ASN adalah kerangka dominan yang menjadi acuan utama seorang untuk bertindak.
Ø  Pikiran bawah sadar merupakan gudang tempatnya rekaman seluruh informasi / pengalaman baik yang telah lama terlewati sejenak masa kecil maupun yang terkini.
1.       Berasal darimana lingkunngan dia berada.
2.       Pengaruh lingkungan bisa positif bisa negative
3.       Lingkungan keluarga dimana dia dibesarkan, sosial, ada istiadat, dan budaya. Kesemua pengaruh tersebut terekam secara permanen dalam pikiran bawah sadar
08.35-09.10
09.10-09.45
09.45-10.00



10.00-10.35
Pola Pikir ASN sebagai pelayan Masyarakat
LAN
Latar belakang UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Fungsi ASN adalah pelaksana kebijakan  publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Tugas ASN adalah :
1.       Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan
2.       Memberikan pelayanan publik yang profesional  dan berkualitas
3.       Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Konsep pelayanan :
1.       Pelayanan
Pengertian pelayanan adalah suatu usahaa untuk melayani kebutuhan orang lain.
Kamus Besar Bahasa Indonesia; pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen (yang dilayani), yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki.
10.35-11.10
11.10-11.45


2.       Karakteristik Pelayanan
Pelayanan tidak dapat diraba, pelayan sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi. Pelayanan itu kenyataanya terdiri dari tindakan nyata dan merupakan pengurus yang sifatnya adalah tindakan sosial.
Produksi dan konsumsi dari pelayan ridak dapat dipisahkan secara nyata, karena pada umumnya kejadiannya bersamaan dan terjadi di tempat yang sama.
11.45-12.45



12.45-13.15
Pola Pikir ASN sebagai pelayan Masyarakat
……………………………………………..
Pelayanan adalah proses mambantu meringankan dan atau membebaskan kesulitan orang lain untuk pemenuhan tujuan tertentu.
Ø  Pelayanan yang baik adalah mereka yang mampu memberikan kepuasan dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan, karena itu mutu layanan bukan diukur dari banyaknya pekerjaan yang dapat diselesaikan, tapi ditentukan oleh kepuasan Customer.
13.15-13.20
13.20-15.20
15.20-15.55
15.55-16.30


Ø  Pelayanan Prima merupakan terjemahan dari istilah Excellent Service yang secara harfiah berarti pelayanan yang terbaik




HARI MINGGU
26 JUNI 2016
WAKTU
Materi
Pelajaran
WIDYAISWARA / PENGAJAR
RESUME
08.00-08.35
Pola Pikir ASN sebagai pelayan Masyarakat
……………………………………………..
Ø  Pelayanan adalah proses mambantu meringankan dan atau membebaskan kesulitan orang lain untuk pemenuhan tujuan tertentu.
Ø  Pelayanan yang baik adalah mereka yang mampu memberikan kepuasan dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan, karena itu mutu layanan bukan diukur dari banyaknya pekerjaan yang dapat diselesaikan, tapi ditentukan oleh kepuasan Customer.
08.35-09.10
09.10-09.45
09.45-10.00



10.00-10.35


Ø  Pelayanan Prima merupakan terjemahan dari istilah Excellent Service yang secara harfiah berarti pelayanan yang terbaik
10.35-11.10
11.10-11.45
11.45-12.45



12.45-13.20
Materi Teknis Substantif Lembaga (MTSI)
……………………………………………..
Kanwil Kementerian Agama  Provinsi Jawa Barat
Kode Etik Kementerian Agama
Kami Pegawai Kementerian Agama yang Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
1.       Menjungjung tinggi persatuan dan kesatuan
2.       mengutamakan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat
3.       Bekerja dengan jujur, adil, dan amanah
4.       Melaksanakan tugas dengan disiplin, profesional  dan inovatif
5.       Setia kawan dan bertanggung jawab atas kesejahteraan Korp
Lima nilai Budaya Kerja Kementerian Agama :
1.       Integritas
2.       Profesional
3.       Inovatif
4.       Tanggung Jawab
5.       Keteladanan
13.20-13.55
13.55-14.30


1.       Pola pikir pesimis, kita meyakini bahwa kita telah dikutuk
2.       Pola pikir bergantung pada orang lain. Kita sangat ingin bebas tapi dilain pihak kita merasa bahwa orang lain dapat menyelamatkan kita.
3.       Pola pikir birokrat/dogmatic. Memaksakan kehendak untuk mengikuti aturan dan merasa kita yang paling tahu segalanya
4.       Pola pikir taotisme, bahwa hitam tidak selalu jelek dan putih tidak selalu baik
14.30-15.05
BTQ
……………………………………………..
1.       Menulis surat-surat Pendek
15.05-15.20



15.20-15.55
BTQ

2.       Membaca Al-Qur’an
15.55-16.30




HARI SENIN
27 JUNI 2016
WAKTU
Materi
Pelajaran
WIDYAISWARA / PENGAJAR
RESUME
08.00-08.35
Evaluasi Pemahaman
Panitia
Mengerjakan Soal yang diberikan oleh panitia
08.35-09.10
09.10-09.45
09.45-10.00
10.00-10.35
10.35-11.10
11.10-11.45
11.45-12.45



12.45-13.20
Review Kebijakan Penyelengara Diklat
Penutupan
Upacara Penutup
13.20-13.55
13.55-14.30
14.30-15.05



15.05-15.20



15.20-15.55
Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Aparatur
Panitia



B.      ALAT BANTU PEMBELAJARAN

Dalam melaksanakan pembelajaran disediakan alat bantu berupa :
1.       Laptop
2.       LCD
3.       White Board
4.       Wireless
5.       Spidol dan Penghapus
6.       Kertas HVS
7.       Meja dan Kursi

C.      MANFAAT DIKLAT UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS

Setelah peserta mengikuti Pendidikan dan Latihan Prajabatan, diharapkan ada hasil yang diperoleh peserta, yang diantaranya :
1.       Peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap, dan dapat melaksnakan tugas secara profesional  dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan istansi.
2.       Peserta dapat memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang beroientasi pada pelayanan pengayoman dan pemberdayaan masyarakat.
3.       Peserta dapat menciptakan visi dan dinamika serta pola pikir dalam melaksanakan tugas.




BAB III
PENUTUP


A.      KESIMPULAN

Dari pelaksanaan Prajab Golongan I, II, dan III Katahori XXII dapat diambil kesimpulan bahwa :
1.       Peserta sebagai unsur utama Aparatur Sipil Negara mempunyai peran  yang menentukan demi terselenggaranya keberhasilan pembangunan Pemerintah.
2.       Peserta diharapkan mampu menjadi sosok PNS yang berperan di Instansi masing-masing dengan didukunng kemampuan yang memadai.
3.       Peserta mempunyai sikap, komitmen, disiplin dan etos kerja yang baik
4.       Menjungjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan
5.       Mengutamakan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat
6.       Melaksanakan tugas dengan disiplin, profesional , dan inovatif

B.      SARAN

Untuk mewujudkan hasil maksimal dalam kegiatan prajabatan dan demi sempurnanya laporan ini, kami mengharapkan saran dari instansi terkait;
1.       Peserta hendaknya menjadikan kegiatan ini sebagai momentum membekali diri menjadi PNS yang berprestasi, berdedikasi tinggi, mempunyai loyalitas yang tinggi dan berakhlaqul karimah serta menghindari perbuatan tercela.
2.       Karena masih banyak CPNS, yang belum mengikuti Diklat Prajabatan, kami mengusulkan Diklat Prajabatan bisa diadakan disetiap provinsi
3.       Kepada Bapak/Ibu Pejabat Struktur yang telah memberikan perhatian lebih kepada peserta, kami mengucapkan banyak terima kasih sehingga pada akhirnya peserta mempunyai daya guna yang lebih baik di instansi masing-masing.


LEMBAR PENGESAHAN

                Yang bertanda tangan di bawah ini saya :
Nama                                                    : ……………………………………………..
NIP.                                                       :  ……………………………………………..
Tempat/Tanggal Lahir                    : ……………………………………………..
Unit Kerja                                            : KAU KECAMATAN …………………
Bahwa kami telah melaksanakan Diklat Prajabatan CPNS Golongan I, II, dan III. K.1 dan K.2 Angkatan XX di Balai Diklat Keagamaan Bandung sejak tanggal 21 Juni  2016 sampai dengan 27 Juni 2016. Sebagai syarat untuk menjadi PNS.
Demikian atas Do’a dan dukungan dari berbagai pihak kami ucapkan banyak terima kasih





Kepa KUA Kecamatan Klangenan






DADANG SUPRIATNA, S.Hi.
NIP. …………………………………


Mengesahkan,
Cirebon, 29 Juni 2016



Peserta






...................................
NIP. …………………………………




MEMORIAL DIKLAT PRAJABATAN
Di Balai Diklat Keagamaan Bandung
21 Juni  2016 sampai dengan 27 Juni 2016

...................................
NIP. ………………………………………
Baca SelengkapnyaLAPORAN DIKLAT PRAJAB 2016 CPNS GOLONGAN I, II, DAN III KATEGORI I DAN II ANGKATAN XXII LENGKAP