LABEL

Anda bisa mendapatkan Warta Desa di sini, di Blog : aimprintings.blogspot.com, blog ini menyajikan berita Desa untuk para perantau yang ingin mengetahui perkembangan desa Slangit

Rabu, 27 Februari 2013

KHITAN dan Sekelumit Sejarahnya




            Dalam setiap agama, khususnya agama Islam, khitan selalu dihubungkan dengan Nabi Ibrahim. Sehingga para ahli sejarah beranggapan khitan sudah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim sendiri termasuk ke dalam 25 Nabi dan Rasul utusan Allah yang berada diurutan ke-6. Nabi Ibrahim dikhitan pada saat usia 80 tahun, seperti yang diceritakan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut cerita NAbi Ibrahim dikhitan dengan menggunakan Kapak. Zaman sekarang khitan tidak mengguanakan kapak lagi, tapi sudah mengguanakan alat yang sudah canggih, sehingga khitan (sunat) tidak lagi terasa sangat
sakit seperti zaman dahulu.
            Zaman sekarang, khitan tidak lagi dilakukan seusia Nabi Ibrahim. Ada yang baru lahir langsung dikhitan, ada yang setelah 40 hari baru dikhitan, dan ada pula yang 8 tahun baru dikhitan, serta masih bermacam-macam lagi waktu yang digunakan untuk berkhitan.
            Nabi Ibrahim merupakan contoh bagi orang-orang yang ta’at dan patuh kepada Allah SWT. baik ubtuk umatnya maupun untuk umat setelahnya. Nabi Muhammad SAW. Termasuk yang mencoh Nabi Ibrahim AS. dan ummat Nabi Mihammad SAW. juga di0erintahkan untuk mencontoh dan mebgikuti kebaikan-kebaikan yang
Dilakukan oleh NAbi Ibrahim, termasuk perintah di Khitan (Sunat).
            Banyak sekali hadits NAbi Muhammad SAW. yang menganjurkan khitan. Di sini , akan dipaparkan beberapa haits Nabi Muhammad SAW. sebagai  pedoman kenapa khitan itu sangat dianjurkan (diperintahkan), diantaranya adalah sebagai berikut :
            Riwayat dari sahabat Abu Hurairah : “Beersih (fitrah) itu ada lima, 1. Khitan, 2. Mencukur Bulu Kemaluan, 3. Mencukur Kumis, 4. Memotong Kuku, dan 5. Mencabut Bulu Ketiak”.
            Hadits di atas menyatakan kalau khitan merupakan bagian dari fitrah atau kesucian. Lalu apakah hubungannya antara khitan dengan kebersiahan? Hubungan khitan dengan kebersihan adalah khitan mempunyai faedah bagi kesehatan, karena bagian yang dipotong merupakan temapat bersembunyinya virus, bakteri dan kotoran dari air seni (Air kencing),.maka dengan memotong bagian itu maka kita telah membuang tempat bersembunyinya virus, bakteri dan kotoran            dari air seni tersebut.
            Dalam sejara dikatakan oleh sebuah hadits, bahwasannya Nabi Muhammad SAW. terlahir dengan keadaan sudah dikhitan. Nabi Muhammad SAW. bersabda : “Aku (Muhammad) dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan”. Hal ini merupakan keistimewaan bagi Nabi Muhammad SAW.
            dalam sebuah hadits lain yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas : “khitan itu disunnahkan bagi laki-laki dan dimuliakan bagi perempuan”.

MAACAM-MACAM SEBUTAN KHITAN :

            Kata khitan berasal dari bahasa arab, artinya memotong. Kalau laki-laki dalam tradisi (adat) orang arab disebut khitan, dan untuk perempuan disebut khifad. Zaman dahulu perempuan juga dikhitan. Sebutan yang lain untuk khitan adalah I’dzar, yang artinya juga memotong, sebutan ini juga bisaanya untuk khitannya laki-laki. Dalam bahasa inggris khitan disebut circumcisioan, sebutan ini diambil dari bahasa latin, circum (sekeliling) dan coedare (memotong).
            Orang Indonesia, terutama orang jawa, kadang menyebut khitan dengan sebutan Sunat, cepit dan sebagainya. disebut cepit, katanya (menurut orang-orang dulu) alat yang digunakan untuk khitan menyerupai cepitan/jepitan. Disebut sunat, karena memang khitan itu sunnah para Nabi, sehingga melakukannya dihukumi “sunnah”. Itulah sebutan khitan yang bisaa diucapkan kebanyakan orang.

FAEDAH KHITAN :

            Seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran  bahwa khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat bersembunyinya virus, bakteri, kotoran dan najis yang ikut keluar bersama air seni. Air seni yang di keluarkan tubuh kita  sedikit demi sedikitnya akan menyisakan kotoran oleh dan pada bagian yang menutupi alat kelamin tadi. Bisa dibayagkan dalam sehari berapa kali kita membuang air seni? Dan dalam sehari berapa banyak sisa dari air seni yang mengendap pada bagian kulit dari penutup kelamin? Bagaimana jika seminggu atau bahkan jika setahun?
            Oleh karenanya beberapa penelitian medis membuktikan bahwa penderita penyakit kelamin lebih banyak dari kalangan yang tidak dikhitan. Begitu juga penderita penyakit berbahaya AIDS, kanker alat kelamin, dan kanker rahim juga lebih banyak diderita oleh pasangan yang tidak dikhitan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan dari non muslim untuk melakukan khitan.

HUKUM KHITAN :

Dalam fiqih islam, hokum khitan dibedakan antara untuk  laki-laki dan perempuan. Para ulama berbeda pendapat mengenai hokum khitan baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Hukum Khitan untuk laki-laki :
            Menurut jumhur (kebanyakan ulama) , hokum khitan bagi laki-laki adalah wajib. Para pendukung pendapat ini adalah Imam Syafi’I, Imam Ahmad, dan sebagian pengikut Imam Malik. Imam Hanafi mengatakan “khitan wajib tapi tidak fardu”.
            Menurut riwayat yang paling dikenal dikalangan ulama dari Imam Malik beliau mengatakan kalau “khitan hukunya sunnah”. Begitu juga riwayat dari Imam Hanafi, dan Hasan Al-Basri mengatakan sunnah. Namun bagi Iamam Malik Sunnah kalau ditinggalkan berdosa, karena menurut madzhab Maliki sunnah adalah antara fardu dan nadb. Ibnu Abi Musa dari ulama Hanbali juga mengatakan sunnah muakkadah.
Ibnu Qudamah dalam kitabnya “Mughni” mengatakan bahwa  khitan bagi laki-laki hukumnya wajib dan kemuliaan bagi perempuan, andaikan seorang laki-laki dewasa masuk islam dan takut dikhitan maka hukumnya tidak wajib baginya, sama dengan kewajiban wudlu dan mandi bisa gugur kalau ditakutkan membahayakan jiwa, maka khitanpun demikian.

Dalil yang dijadikan alasan bahwa khitan tidak wajib diantaranya sebagai berikut :
1.        Salman Al-Farisi, ketika masuk islam tidak disuruh khitan;
2.        Hadits di atas menyebutkan khitan dalam rentetan amalan sunnah seperti mencukur bulu ketiak dan memendekan kuku, maka secara logis khitan juga sunnah;
3.        Hadits Ayaddad bin Aus, Rasulullah SAW. bersabda : “Khitan itu sunnah bagi laki-laki dan diutamakan bagi perempuan”. Namun kata sunnah dalam hadits sering diungkapkan untuk tradisi dan kebisaaan Rasulullah baik yang wajib maupun bukan dan khitan di sini ternasuk yang wajib;

            Adapun dalil-dalil yang dijadikan para ulama yang mengatakan wajib adalah sebagai berikut :
1.        Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda bahwa Nabi Ibrahim melaksanakan khitan ketika berumur 80 tahun, beliau dikhitan dengan menggunakan  kapak. (H.R. Bukhari). Nabi Ibrahim melaksanakannya ketika diperintah untuk khitan padahal beliau sudah berumur 80 tahun. Ini menunjukan betapa kuatnya perintah khitan;
2.        Kulit yang di depan alat kelamin terkena najis ketika kita kencing, kalau tidak dikhitan maka sama seperti orang yang menyentuh najis dibadannya sehingga sholatnya tidak sah. Sholat adalah ibadah wajib, sesuatu yang menjadi persyaratan sholat hukumnya wajib;
3.        Hadits riwayat Abu Daud dan Ahmad, Rasulullah SAW. berkata kepada Kulaib : “buanglah rambut kekafiran dan berkhitanlah”. Perintah Rasulullah SAW. menunjukan kewajiban;
4.        Diperbolehkan membuka aurat pada saat berkhitan, padahal membuka aurat sesuatu yang dilarang. Ini menunjukan bahwa khitan wajib, karena tidak diperbolehkan sesuatu yang dilarang kecuali untuk sesuatu yang sangat kuat hukumnya;
5.        Memotong anggota tubuh yang tidak bisa tumbuh kembali dan disertai rasa sakit tidak mungkin kecuali karena perkara wajib, seperti hokum potong tangan pada pencuri;
6.        Khitan merupakan tradisi umat islam sejak zaman Rasulullah SAW. sampai zaman sekarang dan tidak ada yang meninggalkannya, maka tidak ada alasan untuk mengatakan itu tidak wajib.

Cukup kiranya dalil-dalil dan hadits-hadits di atas untuk memberikan penjelasan tentang prihal khitan baik sejarah, faedah, dan hukum-hukumnya.

WAKTU KHITAN :

            Waktu wajib khitan adalah pada saat baligh, karena pada saat itulah sudah diwajibkan untuk melaksanakan sholat. Tanpa khitan, sholat tidak sempurna sebab suci yang merupakan syarat sah sholay tidak bisa terpenuhi.
            Adapun waktu sunnah adalah sebelum baligh. Sedangkan waktu ikhtiar (pilihan waktu yang baik untuk melaksanakan) khitan adalah hari ke tujuh setelah lahir, tau hari ke 3mpat puluh setelah kelahiran, atau juga dianjurkan pada umur 7 tahun.
            Qadli Husain mengatakan sebaikya melakukan khitan pada umur 10 tahun, karena pad saat itu anak sudah mulai diperintahkan untuk sholat. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa khitan pada umur 7 hari hukumnya makru karena itu tradisi Yahudi, namun ada riwayat bahwa Rasulullah SAW. mengkhitan Hasan danHusain cucu beliau padda umur 7 hari, begitu juga konon Nabi Ibrahim mengkhitan putera beliau Ishaq pada umur 7 hari.

WALIMAH KHITAN :

            Walimah artinya perayaan. Ibnu Hajar menukil penddapat Imam Nawawi dan Qadli Iyad bahwa walimah dalam tradisi Arab ada delapan jenis, yaitu :
1)      Walimatul ‘Ursy untuk pernikahan.
2)      Walimatul I’dzar untuk merayakan khitanan
3)      Aqiqah untuk merayakan kelahiran anak.
4)      Walimatul Khurs untuk merayakan keselamatan perempuan dari talak, konon juga digunakan untuk sebuatan makanan yang diberikan saat kelahiran bayi
5)      Walimatul Naqi’ah untuk merayakan kedatanga seseorang dari berpergian jauh, tapi yang menyediakan orang berpergian. Kalau yang menyediakan orang yang dirumah disebut juga walimah Tuhfah.
6)      Walimatul Wakiirah umtuk merayakan rumah baru
7)      Walimatul Wadlimah untuk merayakan keselamatan dari bencana
8)      Walimatul Ma’dabah yaitu perayaan yang dilakukan tanpa sebab sekedar untuk menjamu sanak saudara dan handai taulan

Imam Ahmad meriwayatkan hadist dari Utsman bin Abi Ash bahwa walimah khitan termasuk yang tidak dianjurkan namun demikian secara eksplisit Imam Nawawi menegaskan bahwa walimah khitan boleh dilaksanakan dan hukumnya sunnah memenuhi undangan seperti undangan lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar