LABEL

Anda bisa mendapatkan Warta Desa di sini, di Blog : aimprintings.blogspot.com, blog ini menyajikan berita Desa untuk para perantau yang ingin mengetahui perkembangan desa Slangit

Jumat, 22 Agustus 2014

Organisasi Sosial

 MAKALAH


ORGANISASI SOSIAL




Di Susun oleh Kelompok :
1.   Aim Printing




SMA

 

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah ini dengan judul “ORGANISASI SOSIAL”. Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu Tugas dari mata pelajaran di SMA Plus NU Panguragan.

Sesuai dengan judul, makalah ini mengulas tentang bagaimana pendekatan sosiologi terhadap kelompok sosial, bagimana tipe-tipe keompok sosial, bagaimana kelompok- kelompok sosial yang tidak teratur, dan bagaimana kelompok (mayarakat setempat, masyarakat desa, masyarakat perkotaan dan masyarakat kecil).

Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, oleh sebab itu kami akan sangat bertetima kasih sekirahnya mendapatkan masukan-masukan untuk penyempurnaannya, terutama kami sangat berharap sumbang saran dari Bapak/Ibu Guru mata pelajaran ini. Atas masukan - masukannya kami ucapkan terima kasih.
Cirebon,  Agustus 2014
Penyusun
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR  .............................................................................................................     i


DAFTAR ISI         ...................................................................................................................       ii


BAB I PENDAGULUAN .......................................................................................................       1
            
Latar Belakang ...................................................................................................................       1


BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................       1 
         A.      Pengertian Organisasi Sosial .....................................................................................       1 
         B.      Unsur-Unsur Organisasi Sosial ..................................................................................       2 
         C.      Jenis-Jenis Organisasi Sosial .....................................................................................       2
         D.     Tipe-Tipe Organisasi Sosial .......................................................................................       3
         E.      Organisasi Sosial Masyarakat ....................................................................................       3


BAB III PENUTUP..................................................................................................................       4

Kesimpulan .........................................................................................................................       4


DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................................       5


BAB I  PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri, namun dalam kehidupannya harus berkelompok atau bermasyarakat. Manusia tidak dapat berdiri sendiri namun tergantung pada orang lain. Manusia tanpa manusia lainnya pasti akan mati. Dalam hubungannya dengan manusia lain manusia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan orang lain, karena manusia mempunyai naluri untuk selalu hidup dengan orang lain (gregariausness).
Manusia menurut kodratnya itu dilahirkan untuk menjadi bagian dari suatu kebulatan masyarakat. Dengan demikian manusia itu merupakan bagian dari suatu organisi sosial. Perhatikanlah kehidupan sehari - hari. Hampir semua kegiatan manusia dilakukan dalam kaitannya dengan orang lain dan daam kehidupan bersama dengan manusia lainnya.
Landasan dari adanya hasrat untuk selalu berada dalam kesatuan dengan orang lain adalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan yang mendasar dan kebutuhan sosial maupun kebutuhan intergratif. Oleh karena manusia memiliki kebutuhan yang beraneka ragam, dan cara-cara yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan itupun bermacam-macam pula, maka manusia menentukan bentuk kehidupan sosial tertentu di tempat ia hidup dengan sebaik-baiknya.
Manusia sejak dilahirkan sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu; 1) Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya yaitu masyarakat dan 2) Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.


BAB II  PEMBAHASAN

A.      PENGERTIAN ORGANISASI SOSIAL

Organisasi sosial dalam antropologi sosial secara garis besar meliputi:
                 1.       Penyelidikan organisasi sosial dengan menggunakan metode biografi, yaitu penyelidikan yang meneliti kejadian- kejadian khusus yang berhubungan dengan krisis-krisis kehidupan (rites of passage). Dalam pendekatan ini umur dalam arti bahwa jangka waktu hidup manusia itu mengikuti siklus biologi tertentu merupakan faktor yang menjadi landasan penyusunan organisasi sosial.
                 2.       Penyelidikan organisasi sosial dengan menggunakan pendekatan yang berpusat pada hubungan antar individu dengan memakai metode genealogis. Dengan mempelajari hubungan antar individu yang khusus disebabkan kekerabatan, yang kemudian dapat dikembangkan pada studi tentang pola-pola social yang lebih besar. Dalam studi mengenai organisasi sosial seperti ini dapat diteliti tentang konsep perkawinan, keluarga dan sistem kekerabatan.
                 3.       Penyelidikan organisasi sosial dengan menggunakan pendekatan yang perpusat pada lembaga-lembaga, sejauh manakah lapisan-lapisan sosial seperti kelas, kasta, rank dan bagaimana kepemimpinan dalam suatu masyarakat.

JBAF Maijor Polak (1985: 254) mengemukakan bahwa organisasi sosial dalam arti sebagai sebuah asosiasi adalah sekelompok manusia yang mempunyai tujuan tertentu, kepentingan tertentu, menyelenggarakan kegemaran tertentu atau minat-minat tertentu.
    Soerjono Soekanto (1988: 107-108) mengemukakan organisasi sosial adalah kesatuan-kesatuan hidup atas dasar kepentingan yang sama dengan organisasi yang tetap sebagai sebuah asosiasi.
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa organisasi sosial berdasarkan pendekatan sosiologi adalah organisasi social sebagai sebuah asosiasi, yaitu sekelompok manusia yang mempunyai tujuan, kepentingan, kegemaran, minat yang sama dan membentuk sebuah organisasi yang tetap.

B.      UNSUR - UNSUR ORGANISASI SOSIAL

Organisasi sosial sebagai suatu asosiasi mempunyai unsur-unsur sebagai berikut:
1.    Sekelompok orang yang mempunyai tujuan tertentu, kepentingan tertentu, kegemaran tertentu atau minat- minat tertentu
2.    Adanya norma atau aturan-aturan tertentu yang mengikat
3.    Hubungan atrar individu
4.    Adanya kesadaran individu sebagai anggota organisasi social
5.    Bentuk organisasinya formal atau non formal

C.      JENIS - JENIS ORGANISASI SOSIAL

Jenis - jenis organisasi sosial sebagai berikut:
Menurut Soerjono Soekanto (107-108) organisasi sosial sebagai suatu asosiasi mempunyai dua arti, yaitu:
            1.       Dalam arti khusus/sempit mempunyai cirri - ciri antara lain
a)      Adanya kepentingan-kepentingan terbatas
b)      Organisasi sosial tertentu
c)       Jumlah keanggotaan sangat terbatas
d)      Pentingnya hubungan tidak bersifat pribadi jenis kepentingan yang dikejar terbatas
Contoh: keluarga, kelompok permainan, club
            2.       Dalam arti luas/besar mampunyai cirri - ciri antara lain:
a)      Adanya anggota yang secara relatif terbatas
b)      Organisasi sosial yang formal
c)       Pentingnya hubungan sosial tidak bersifat pribadi
d)      Jenis kepentingan yang dikejar lebih luas
Contoh: Negara, persekutuan agama, perkumpulan ekonomi, persatuan buruh, organisasi massa, dsb
Menurut JBAF Maijor Polak (262-263) membagi organisasi sosial ke dalam beberapa bidang dan jenis asosiasi, antara lain:
a.    Persahabatan, misalnya club (Club Jantung Sehat Indonesia),
b.    Ekonomis, misalnya perseroan (Perseroan Terbatas), firma (CV),
c.     Teknologi dan ilmu pengetahuan, misalnya badan ilmiah (Batan, LIPI),
d.    Agama, misalnya NU, Muhammadiyah, LDII, Hizbuth Thahrir),
e.    Kesenian, misalnya orkes atau grup band (Soneta, Peterpen, ST 12, Ada Band
f.     Pendidikan, misalnya sekolah (TK/RA, SD/MI, SMP/Mts, SMA/MA),
g.    Olah raga, misalnya ISSi, PBSI, PBVSI, PABSI, PASI, IMI),dsb

D.      TIPE - TIPE ORGANISASI SOSIAL

Tipe - tipe Organisasi atau kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa, sudut atau atas dasar berbagai kriteria atau ukuran. Seorang sosiolog Jerman Georg Simmel, mengambil ukuran besar - kecilnya jumlah anggota kelompok, bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta intraksi sosial dalam kelompok tersebut. Dalam analisisnya mengenai kelompok sosial mulai dengan bentuk terkecil yang terdiri satu orang sebagai fokus hubungan sosial yang kemudian dikembangkan dengan kelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang dan kemudian dikembangkan dengan kelompok yang lebih besar.
Ukuran lain yang diambil adalah atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial. Beberapa sosiolog memerhatikan pembagian atas dasar kelompok dimana anggotanya saling mengenal (face-to-face groupings), seperti keluarga, rukun tetangga dan desa, dengan kelompok- kelompok sosial seperti kota, dan negara, dimana anggotanya tidak mempunyai hubungan erat.
Berlangsungnya suatu kepentingan merupakan ukuran lain bagi klasifikasi tipe-tipe sosial. Suatu kerumunan misalnya, merupakan kelompok yang hidupnya sebentar saja karena kepentingannyapun tidak berlangsung lama. Lain halnya dengan kelas atau komuniti yang kepentingan secara relatif bersifat tetap atau permanen.
Dalam membicarakan kelompok sosial, haruslah dihindari paham prasangka bahwa kelompok sosial merupakan lawan individu, kedua hanya dapat dimengerti bila dipelajari di dalam hubungan antara yang satu dengan yang lain sebagai pasangan. Pengertian tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya pendapat yang menyatakan bahwa bentuk kelompok sosial merupakan ancaman terhadap kesejahteraan individu. kan bahwa bentuk kelompok sosial merupakan ancaman terhadap kesejahteraan individu. Harus dihindari prasangkah bahwa kelompok-kelompok sosial semata-mata ditimbulkan oleh naluri manusia untuk selalu hidup sesama. Kelompok sosial ini merupakan bentuk kehidupan nyata. ePrilaku kelompok sosial harus dilihat dari sudut pandang sebagai prilaku individu.
Faktor-faktor yang membedakan kelompok-kelompok adalah:
            1.       Kesadaran akan jenis yang sama
            2.       Adanya hubungan social
            3.       Orientasi pada tujuan yang sudah ditentukan.

E.       ORGANISASI SOSIAL MASYARAKAT

Organisasi sosial masyarakat adalah dimana terdapat suatu struktur organisasi dan suatu faktor, yang dimiliki bersama oleh anggota - anggota kelompok - kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor - faktor itu yang terdiri dari dimana merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, ideologi yang sama, politik yang sama. Hal ini merupakan ikatan yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu.
Manusia harus berhubungan dengan manusia lain dalam kondisi emosional dan psikis dimana amat dipengaruhi oleh relasi sosial. Dengan kata lain seseorang itu pada satu ketika menjadi susah atau bergembira dan riang hatinya, disebabkan oleh pengaruh sikap penilaian, anggapan - anggapan yang diterima oleh orang lain. Dari sinilah jelas bahwa bagi kesejahteraan badan dan rohaniahnya, manusia bersama - sama harus menciptakan satu kondisi sosial yang harmonis.
Kodrat alamiah manusia sebagai makhluk social - psikis itu menyebabkan timbulnya bentuk-bentuk dari organisasi dan relasi antara manusia, yang terdiri dari dua landasan yaitu;
              1.         Organisasi symbiotik yang terdiri semata-mata atas tingkah laku fisik yang bersifat otomatis.
              2.         Organisasi sosial yang berdiri atas komunikasi dengan menggunakan sistem lambang.

Selanjutnya apabila kita pelajari kehidupan sosial manusia, maka tampak adanya kenyataan yang tidak dapat diingkari.
              1.         Bahwa manusia individu atau kelompok berusaha sekeras - kerasnya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mendapatkan jaminan keamanan dan jika mungkin mencapai satu tingkat kemakmuran yang diingingkan.
              2.         Bahwa untuk mendapatkan kondisi yang esensial bagi kelangsungan hidup dan keamanan, diperlukan adanya ketertiban sosial dalam derajat yang tinggi.
              3.         Bahwa untuk mencapai derajat ketertiban sosial yang tinggi itu diperlukan adanya satu tata pengaturan sosial kultur serta mekanisme yang dapat digunakan bagi pelaksanaan pengaturan itu.

Adapun pengaturan dari pada tata - hubungan jika ada dua orang atau lebih yang hendak mengadakan hidup bersama memerlukan beberapa syarat yaitu;
              1.         Harus ada ukuran yang tetap dalam tata hubungan sosial yang dapat iterima oleh anggota - anggota kelompok,
              2.         Harus ada kekuasaan atau otoritas yang mempunyai kekuasaan memaksa dalam melaksanakan tata - hubungan sosial,
              3.         Adanya pengaturan dan penyusunan individu - individu dalam kelompok - kelompok dan lapisan sosial tertentu yang mengambarkan adanya koordinasi dan subkordinasi,
              4.         Anggota - anggota yang hidup dalam berbagai bidang, dapat hidup dalam suasana harmoni, yang saling memberi kekuasaan,
              5.         Adanya tingkah laku yang merupakan standar dan telah disalurkan atau dipaksakan dengan mekanisme tekanan - tekanan sosial, yang menjadi satu pola yang merupakan pedoman bagi tingkah laku manusia.


BAB III  PENUTUP

A.      KESIMPULAN

 Seorang sosiolog didalam menelaah masyarakat manusia akan banyak berhubungan dengan organisasi sosial,
Tipe-tipe organisasi sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa, sudut atau atas dasar berbagai kriteria atau ukuran. tipe-tipe kelompok sosial dapat dikategorikan dalam struktur sosial seperti:
              1.         Organisasi sosial dipandang dari sudut individu
              2.         In-group dan out-group
              3.         Kelompok primer (primary group) dan kelompok skunder (secondary group)



DAFTAR PUSTAKA

          1.         Geetz, Hildred. 1983. Keluarga Jawa, Jakarta: PT. Temprint
          2.         Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: PT Rineka Cipta
          3.         Koentjaraningrat. 2007. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Jakarta: Djamban


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar